BANDEL ATAU NAKAL
Nama : Nasrul Azis
NPM :
13.141.056
Kelas : 5B
TTL :
Sragen, 25 Oktober 1994
Bandel merupakan perwujudan dari sifat malas,jail,
tidak taat peraturan.Sifat bandel itu seperti halnya tidak mengerjakan
PR,mencontek, usil terhadap teman, malas belajar dan masih banyak lainnya.
Siswa yang bandel itu biasanya akan lebih aktif dari siswa yang biasanya,
sedangkan kenakalan merupakan perwujudan dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan
dengan baik.Trauma pada masa lalu, perlakuan kasar, dan pengaruh lingkungan
dapat memicu kejiwaan seseorang.. Tetapi pada kenyataannya banyak orang
cenderung langsung menyalahkan, menghakimi dan bahkan menghukum pelaku
kenakalan remaja tanpa mengetahui latar belakang perilakunya
tersebut.Memberikan lingkungan yang baik sejak dini, memahami dan mengawasi
perkembangan anak akan membantu mengurangi kenakalan remaja.
Perkembangan arus globalisasi dan perkembangan
teknologi juga membawa suatu dampak negative. Karena banyaknya anak-anak zaman
sekarang yang banyak terpengaruh oleh perkembangan teknologi dalam hal
negative.Karena mudahnya terpengaruh hal-hal yang negative anak cenderung akan
menjadi bandel atau nakal. Banyak anak di bawah umur yang sudah mengenal rokok,
narkoba, sex bebas gai factor dan masih banyak lainnya.Hal itu semua terjadi
karena berbagai faktor seperti :
-
Kurangnya pengawasan orang tua
-
Pergaulan dengan teman yang tidak sebaya
-
Pengaruh lingkungan yang kurang baik
-
Kebebasan yang berlebihan
-
Kurangnya bimbingan kerohanian
Kenakalan
remaja dan siswa yang bandel itu dapat di atasi dengan cara :
-
Perhatian dan kasih sayang dari orang
tua
-
Adanya pengawasan bimbingan orang tua
-
Pengawasan terhadap perkembangan
teknologi
-
Bimbingan kerohanian
-
Sosialisasi dari pihak yang berkait.
Orang tua, Guru dan masyarakat haruslah berperan
aktif dalam melakukan pengawasan terhadap tingkah laku remaja yang mudah
berubah ubah. Peran orang tua sangatlah vital, perhatian dan kasih sayang orang
tua akan membuat anak nyaman berkomunikasi dengan orang tua.Dalam memberikan
pengawasan terhapat anak haruslah seimbang dengan kebebasan yang diberikannya,
agar anak tidak mengalami depresi terhadap aturan-aturan orang tua. Dan orang
tua haruslah memberi contoh teladan yang baik kepada anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar