Cinderella




CINDERELLA

Suatu pagi yang cerah, di dalam rumah yang sangat besar. Tinggallah seorang gadis bersama seorang ibu tiri dan kedua saudara tiri. Gadis itu bernama Cinderella. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik jelita dan anggun. Tetapi hatinya tidak secantik wajahnya. Cinderella selalu memerintah ibu tiri dan kedua saudara tirinya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Dia tak segan-segan bersikap kasar pada ibu dan saudara tirinya itu. Suatu ketika disaat Cinderella bangun dari tidurnya dia keluar dari kamar dan langsung berteriak memanggil ibu tiri dan saudara tirinya.
Cinderella          : “Mak!!! Iyem!!! Minah!!! (Sambil berkacak pinggang).”
Ibu Tiri             : “Iya tuan putri Cinderella. Ada apa pagi-pagi sudah berteriak-teriak?.”
Cinderella          : “Ini lantai kotor, barang – barang berserakan, sampah dimana- mana. Cepat bersihkan sekarang! Aku tak mau rumahku seperti ini..”
Ibu Tiri             : “Tapi ibu masih sakit nak. Kenapa engkau tidak memberi ibu kesempatan untuk istirahat sebentar. Padahal setiap hari ibu selalu bekerja dan bekerja (Dengan nada lemas).”
Iyem                 : “Iya. Kasihan ibu sedang sakit. Biarkan ibu istirahat. Aku dan Minah yang akan kerjakan ini semua.”
Cinderella          : “ Eh, Emang gue pikirin. Mau sakit, mau sehat itu bukan urusan gue. Yang penting rumah gue selalu bersih dan indah.”
Minah                : “Baiklah kami akan bersihkan dan bereskan semuanya.”
Cinderella          : “ Oke. Gue mau dandan dulu. Nanti malam akan ada pesta dansa di Istana. Jangan ganggu gue dulu sebelum pukul 7 malam. Ngerti kalian?.”
Minah                : “ Mengerti Tuan Putri Cinderella.”
          Cinderella pun masuk ke dalam kamarnya. Karena dia akan datang ke pesta dansa di Istana. Dia tidak peduli ibu tiri dan kedua saudara tirinya yang sedang sibuk membersihkan dan merapikan rumah.
Ibu Tiri             : “Aduh.. Ibu capek sekali nak. Bolehkah ibu istirahat?.”
Minah                 : “Silahkan bu, Ibu kan sedang sakit. Biar kita berdua yang akan mengerjakan semua ini. Minah ambilkan minum dulu (Berlari ke dapur mengambil minum).”
Iyem                 : “Sini bu. Duduk sini biar tidak capek (menggandeng ibu duduk di kursi).”
Minah                : “ Ini bu minum nya ( menyodorkan segelas air putih).”
Ibu Tiri             : “Terima kasih ya nak ( menegak air tersebut).”
Minah                : “Aku bingung deh sama yang nulis skenarionya. Masak yang jahat Cinderella? Seharusnya yang jahat kita bertiga. Ini cerita sejak zaman nenek moyang ya begitu. Yang jahat ibu tiri dan saudara tiri.”
Iyem                 : “Iya Nah. Mungkin karena ini sudah tahun 2012. Dunia kebalik.”
Ibu Tiri             : “Sudah. Tak usah dipermasalahkan. Kita kan pemain dalam cerita. Kita ikuti aja alur cerita yang dibuat ama penulisnya. Ya sudah, yuk kita kerja lagi (Berdiri mengambil sapu).”
Iyem                  : “ Iya bu. Ayo Nah kita kerja lagi. Sebelum mak lampir marah lagi sama kita.”
Malam pun tiba. Cinderella keluar dari kamarnya setelah berjam - jam dandan di dalam kamar. Cinderella terkejut melihat rumahnya bersih dan rapi sekali.
Cinderella          : “ Wah bagus juga kerja kalian bertiga. Oke sudah pukul 7 malam aku mau berangkat ke Istana dulu. Yem siapkan mobil pribadi baruku cepat. Nah jaga rumah sama Ibu dan Iyem (berjalan keluar rumah)”
Minah                : “Baik Tuan Putri (Menundukkan kepala).”
Cinderella berjalan menuju mobilnya. Iyem membukakan pintu mobil untuk Cinderella. Cinderella pun menuju ke Istana. Sesampai di Istana dia langsung turun dari mobil dan disambut oleh pengawal kerajaan.
Pengawal           : “ Selamat datang Tuan Putri. Selamat belanja. Ups salah ..(menutup mulutnya dengan kedua tangan).”
Cinderella          : ”Gimana sih pengawal kok ngomongnya nggak pernah bener (Menggerutu).”
Pengawal           : “ Ya maklumlah namanya juga tahun 2012. Ya beginilah pengawal kerajaannya.”
Cinderella          : “Alah sudah sana parkirin mobilku. Minggir aku mau lewat (Mendorong tubuh pengawal kerajaan).”
Pengawal           : “(Dengan suara lirih sekali) Tahun 2012 Cinderellanya lagi kesurupan. Jahat banget Hiii….”
 Cinderella berjalan masuk ke dalam Istana. Disambut dengan lagu - lagu dansa yang sangat romantis sekali. Apalagi ditemani dengan lampu yang sangat indah. Cinderella pun menghampiri Pangeran.
Cinderella            : “Selamat malam pangeran tampan. . Maukah engkau berdansa dengan ku? (Mengulurkan tangannya).”
Pangeran             : “Tunggu dulu. Dimana-mana Pangeran yang mengajak Tuan Putri berdansa. Eh, ini enggak. Setauku Cinderella itu kalem dan baik. Ini kok enggak ya?.”
Cinderella            : “Udah deh Pangeran enggak usah banyak cincong. Ini tuh dah tahun 2012 nggak zamannya kayak gitu. Cinderella capek disiksa terus. Sekarang mau nggak dansa sama aku?.”
Pangeran             : “Baik Tuan Putri yang cantik. Saya mau.”
Cinderella            : “Tapi sebelum kita dansa. Aku punya persyaratan untuk Pangeran.”
Pangeran             : “Apa persyaratannya?.”
Cinderella            : “Tunggu sebentar (Mengeluarkan gulungan panjang). Beri aku mobil, rumah 4lantai, perhiasan yang banyak, apartement……(Belum selesai membaca).”
Pangeran             : “(Memotong pembicaraan Tuan Putri) Tunggu.. Tunggu mau dansa aja banyak banget persyaratannya. Cinderella kok matre banget sih.. siapa sih loe? Belum jadi istriku  sudah minta ini dan itu.”
Cinderella            : “Saya itu Cinderella versi 2012 Tuanku yang tampan bagaikan apa ya? Emm.. bagaikan daun pisang yang sudah menguning hahahaha(Tertawa geli).”
Pangeran             : “Apa? Cinderella? Aku kok jadi bingung sama yang buat skenarionya. Emang ada ya Cinderella matre dan genit kayak gini? Tolong dong skenarionya diubah kasihan nih Pangerannya.”
Cinderella            : “Ya ampun Pangeran sadar dong. Ini tuh sudah tahun 2012 masak aku harys disiksa terus. Masak aku harus jadi miskin terus. Aku ini Cinderella tahun 2012.”
Pangeran             : ”Kalau begitu aku tidak mau berdansa dengan Tuan Putri seperti kamu. Lebih baik aku dansa sama nenek-nenek cantik dari pada sama kamu.”
Cinderella            : “ Baiklah. Lagian aku juga tidak akan berdansa dengan Pangeran pelit seperti kamu. Maaf lo ya..”
Pangeran             : “ Ya sudah. Sekarang kamu pergi dari Istanaku.”
Cinderella            : “ Santai brow.. aku juga bakalan pergi dari Istanamu kok.”
 Cinderella pun pergi pulang kembali kerumahnya. Dia langsung masuk ke dalam kamar. Kedua saudara tirinya sampai heran melihat kelakuan Cinderella.
Minah             : “ Kenapa tuh Cinderella pulang dari pesta dansa dia aneh sekali ( Memakan camilan).”
Iyem               : “Mana ku tau emangnya aku ikut ke pesta? Tahun 2012 aneh banget. . Mungkin aja dia ditolak sama pangeran.”
Minah             : “Iya mungkin. Kan Cinderella orangnya jahat. Mana mau pangeran sama Cinderella kayak dia.”
Iyem               : “ Kalau begitu seharusnya pangeran memilih diantara kita berdua.”
Minah             : “ Udah deh yem. Jangan ngomel aja nih habiskan ( Menjejali mulut Iyem dengan kain serbet).”
Iyem               : “ Gila loe. Gue disuruh makan kain.. Begini nasib jadi pembantu. Nih kainnya sana loe ke dapur ( Melempar kain kea rah Minah).”
Minah             : “ Ini dia wanita berkalung serbet. Hahahaha.”
Ibu Tiri           : ”Ini ada apa? Kok ribut- ribut?( Duduk di sebelah kedua anaknya).”
Iyem               :”Itu tu Cinderela, pulang dari istana ngambek.”
Minah             :”Aduh Yem-Yem, udah deh kamu ini ngomel aja. Aku capek dengerinnya.”
Iyem               :” Kalau kamu capek dengerinnya, nggak usah didengerin.”
Ibu Tiri           :”Sudah-sudah jangan bertengkar aja. Iyem kamu ke supermarket sana. Belikan ini semua.(Menyodorkan catatan barang yang harus dibeli).”
Iyem               :”Iya Bu. Ayo Nah kamu ikut nggak.”
Minah             :”Nggak lah, kamu sendiri aja.”
Iyem pun pergi ke supermarket naik taksi yang kebetulan lewat di depan rumahnya. Dan secara bersamaan pangeran juga pergi ke supermarket. Iyem berbelanja barang benyak banget. Tanpa disangka Iyem mendengar suara pangeran dari sebelah kanannya. Iyem pun menoleh dan saling berpandangan dengan pangeran. Ternyata Pangeran selain mengenal Cinderella, dia juga mengenal saudara tiri dan ibu tiri Cinderella.
Iyem               :”Lo Pangeran. Sama siapa?”
Pangeran        :”Aku sedirian, kalo kamu?”
Iyem               :”Aku juga sendiri(Melihat jam tangan). Aku harus pulang dulu permisi.( Serbet di pundak Iyem terjatuh).”
Pangeran        :”(Memungut serbet Iyem). Yem…Iyem serbetnya jatuh.”
Iyem tidak mendengar panggilan dari pangeran. Iyem buru-buru naik taksi dan pulang ke rumah.
Keesokan Harinya……
Pangeran mengadakan sayembara untuk mencari pemilik serbet yang jatuh di supermarket, karena pangeran tidak tau rumah pemilik serbet itu.
Pengawal        :”Pengumuman-pengumuman. Telah ditemukan serbet bermotif kotak-kotak yang dibawa oleh Pangeran. Siapa pemilik serbet itu akan dipinang oleh Pangeran.”
Di istana telah dipenuhi rakyat perempuan yang akan mengikuti sanyembara tersebut. Di situ juga ada Cinderella, Ibu Tiri, dan kedua saudara tirinya. Pangeran melihat bahwa di istananya ada Iyem(Perempuan pemilik serbet itu). Pangeran pun mendekati Iyem.
Pangeran        :”Apakah kamu perempuan pemilik serbet ini?(Menunjukan serbet yang dibawanya).”
Iyem               :”Kok tau?”
Pangeran        :”Karena dirimu telah membersihkan hatiku untukmu.”
Iyem               :”Iya aku pemilik serbet itu.”
Pangeran        :”Sebenarnya aku telah jatuh cinta kepadamu sejak pertama kita bertemu, hem….. Apakah kau mengizinkan ku bersanding di sampingmu.”
Minah             :”Cie Iyem…. Ayo Yem terima Yem terima!”
Ibu Tiri           :”Iya Yem, Ibu juga setuju.”
Iyem               :”Apaan sih? Aduh….!”
Minah             :”Aduh Yem, tinggal bilang iya aja lama banget.”
Iyem               :”Iya deh iya.”
Karena Pangeran lebih memilih Iyem daripada Cinderella. Cinderella pun keluar amarahnya. Saat Iyem sedang berbunga-bunga, tanpa disadari Cinderella pun menampar Iyem dengan keras. Iyem terkejut sekali. Dia langsung spontan memegang pipinya yang merah di tampar Cinderella.
Ibu Tiri              :”Cinderella! Apa yang kamu lakukan nak ? Kenapa kamu tega menampar Iyem ? (memegang tangan   Cinderella)”
Minah                :”Kamu tu ya... Dasar nggak punya hati. Kamu sudah menyuruh-nyuruh kita kayak pembantu. Tapi kamu juga menampar saudara kamu sendiri. Punya hati nggak kamu ? (membentak Cinderella)”
Iyem                  :”Kamu tega nampar aku. Tanganmu kotor sudah menampar aku yang tak salah.”
Cinderella           :”Apa ? Nggak salah ? Nggak sadar ya kamu sudah merebut Pangeran dari aku ?”
Iyem                  :”Aku tu nggak merebut Pangeran dari kamu. Tapi Pangeran yang memilihku. Jadi aku nggak salah.”
Pangeran           :”Iya. Sudahlah Cinderella terima semuanya dengan lapang dada. Jangan seperti itu. Berfikirlah dewasa.”
Cinderella           :”Nggak bisa. Pangeran itu......(belum selesai berbicara)”
Ibu Tiri              :”(Memotong omongan Cinderella) Cukup!! Cukup Cinderella!! Mengalahlah... Diluar sana masih banyak yang lebih pantas buatmu. Sabarlah.”
Minah                :” Iya. Jadilah wanita yang sabar....”
Cinderella          :”Tapi....(diam sejenak) Baiklah aku akan mengalah. Iyem.... Maafkan aku ya ?(mengulurkan tangan)”
Iyem                  :”(Menjabat tangan Cinderella) Iya nggak papa kok.”
Ibu Tiri, Minah, Iyem dan Cinderella tinggal bersama Pangeran di Istana. Dan mereka hidup bahagia selamanya.    

*THE END*

Cinderella Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar